#INSTAGAY

 

instagram-logo_318-27911

Instagram, medium baru buat para gay show-off body, cari pacar, cari gebetan, cari gadun, cari kucing, cari fuck buddy, cari followers, cari penggemar, cari bahan nyinyiranan, cari mangsa atau nemuin tempat baru yang gay friendly.

Makin sering buka akun gay, tab explore lo otomatis isinya gay. Disini, ada banyak macem tipe gay yang bakalan lo liat, bikin gaydar lo makin tajem dan tau drama plus pencitraan para gay yang bikin geli.

Sebelum aktif main Instagram, akun gay yang gue tau sebatas @bemondce, gay Thailand yang pacaran sama bule dan dibully sama netizen, mayoritas cewe-cewe alay dari Indonesia. Pembully itu banyak yang nyerang fisik, padahal mereka fisiknya standar banget.

Di Instagram, banyak gay denial (/) discreet. Salah satunya gay dari tempat gym gue, yang gue tau karena dia tag lokasi, rutin posting foto sambil pose bitchy, pose seksi tapi ngondek dan beberapa kali posting lagi mesra sama cewe yang beda, mungkin mau pencitraan, tapi jatohnya makin nunjukin bahwa dia seorang gay.

Beda sama type gay denial (/) discreet lain, hobinya ngelike foto cewe, posting bareng cewe dan quote agama, tapi punya following list beberapa gay porn star, atau foto bareng pacarnya dengan caption “my brother”, yang harusnya bisa dikasih caption lebih elegan dan gak lawas macam itu. Menurut nyinyiran gue, mereka gak main cantik, mau nutupin orientasinya tapi kurang cantik.

Gay di Instagram punya stereotype, banyaknya dari mereka sering posting sambil pamerin otot, foto shirtless di gym, selfie di depan kaca, foto tiduran sambil liatin bicep, foto ala finalis ANTM, foto muka bitchy atau foto lagi party sana-sini sama kumpulan gay, berlaku buat gay open, discreet, denial, lokal dan internasional.

Laki lokal yang open sebagai gay emang kebatas buat ekspresif di Instagram, mungkin takut di datengin ormas agama, takut dibahas di Twitter atau takut diajak tabayyun sama uni-unian. Tapi, lo bakalan bisa bedain karakter gay-gay lokal yang open, bisa liat akun mana yang behave, siapa yang lebay, gay yang ngondek, karakter gay sok seru, gay seksi punya sex appeal, gay ngondek yang rese, akun caper, akun tukang flirting, bahkan akun kucing!

Sister gue misalnya, mereka lebih banyak posting #OOTD, hasil jepretan #landscape sana-sini, tapi emang doyan ngelike cowok. Tiap gue tanya, mereka bilang gak risih buat like foto gay yang menurut mereka oke, asal like dari akun personal, bukan like foto dari akun macam @HotHunk_Asia.

Sekarang, identifikasi gay lokal yang open lewat Instagram udah gampang buat gue, macam @andr**kjt yang bikin gue iri karena tiap minggu traveling ke luar negeri, posting foto selfie bareng sister-sister internasional, posting pamerin bodi dengan otot tebel atau posting lagi belanja barang mehong.

Suatu saat, Andr**kjt posting foto lagi party di club gay yang ada di Seoul, tapi ada banyak komen yang kaget bahwa dia ternyata gay, padahal di foto-foto sebelumnya udah nunjukin bahwa dia adalah gay, misalnya foto-foto pas lagi di event gay tahunan kayak G Circuit, Bangkok.

Kalo Andr**kjt bisa dijadiin contoh gay lokal yang oke, ada banyak akun gay lokal yang bikin harkat martabat gay Indonesia ancur. Kayak si @idu*gadun, terang-terangan cari gadun, doyan bugil, foto sambil make up, foto pake lensa kontak kadaluarsa yang bikin matanya merah, lalu foto pre-wedding sama cewe yang kayanya cuma buat ngibulin nyokapnya doang.

Postingan si Idu*gadun emang layak bully, malu-maluin para gay yang lagi benerin citra positif, bikin haters LGBT nyangka kalau gay-gay di Indonesia punya stereotype macam dia, plus punya peluang bikin isu gay di Indonesia lebih parah karena bisa dijadiin sample para manula yang lagi bahas tren gay di acara lawyers kleb.

Lain dua diatas, ada juga couple gay dari Bangkok, @Luffypiece dan @Super_ZAM, menurut gue dua-duanya punya tampilan oke, bodi oke, karir yang terlihat oke dan sering nunjukin hal-hal romantis layaknya pasangan umum, entah foto itu natural atau emang rekaan fotografer semata.

Setiap postingan yang isinya bedua selalu rame komentar, mayoritas komen dari cewe NKRI, nge-tag temennya sambil nyinyir, ngeluh, ngatain kasar, ngasih pencerahan, padahal dua orang itu kayanya gak ngerti sama sekali dengan bahasa Indonesia.

Cewek, emang harus kirim komen dengan nyinyiran kasar? Gue tau, mayoritas orang Indonesia belum open minded soal gay. Tapi, lo harus tau kalo komen yang lo kasih bikin kesan bahwa diri lo ga laku, mendingan ganti komen yang ngerendahin diri lo sendiri sama komentar lain, misalnya “Moga gue dapet cowok straight yang tampilan fisiknya kaya lo berdua!”.

Balik lagi soal gay lokal discreet dan denial, secantik dan serapih apapun kelakukan lo di Instagram, lama-lama bakal tercium kalo lo adalah gay, entah dari hasil kepoan orang-orang kayak gue, dari following list, berdasarkan foto-foto yang di like, atau karena nambahin hashtag #instagay, #gayindonesia #gayasia dan #gaylokal di postingan lama lo, kaya yang temen gue lakuin kemarenan.

As a Instagram user, gue tau kalo setiap pengguna punya hak penuh soal akun yang dipakenya. Tapi, lo mau ngulang kasus Saipul Jamil yang mati-matian bikin pencitraan tapi ketauan sering favoritin foto penis di Twitter, kan?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s